Alam

Kota Jayapura Banjir! Dugaan Karena Penggundulan Hutan

Banjir yang terjadi di Kota Jayapura, Papua kamis malam (20/07/2023) kemarin. Peristiwa bencana alam dipicu akibat hujan deras yang mengguyur sejak pagi hari. Banjir mengakibatkan kerugian besar bagi masyarakat dan lingkungan setempat.

Dugaan lain banjir ini terjadi akibat ulah masyarakat yang melakukan penggundulan hutan  telah lama berlangsung di wilayah sekitar kota.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hujan deras masih berlangsung hingga pukul 16.30 WIT di Jayapura. sedangkan pada pagi ini masih terpantau hujan ringan di Kecamatan Abepura, sekitar pukul 05.30 WIT. Tim gabungan dari BPBD kota dan provinsi, TNI, Polri, Basarnas, RAPI, Orari dan TSBK masih berada di lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat, seperti evakuasi warga. Wilayah terdampak banjir dilaporkan di Kecamatan Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Heram dan Muara Tami.

Kota Jayapura Terendam Banjir

banjir kepung kota jayapura
sumber: CNN Indonesia

Kota Jayapura di Provinsi Papua, Indonesia dilanda banjir bandang pada tanggal 20 juli 2023. Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), banjir ini dipicu oleh hujan deras yang turun selama lebih dari 12 jam berturut-turut. Volume air yang jatuh mencapai 200 milimeter, jauh di atas rata-rata curah hujan bulanan di kota ini.

Banjir ini menggenangi lebih dari 1.500 rumah, memblokir jalan-jalan utama dan menyebabkan macet parah. Sedikitnya 3.800 warga dievakuasi ke tempat pengungsian sementara. BPBD memperkirakan total kerugian mencapai Rp.45 miliar.

akibat banjir di kota jayapura
sumber: CNNindonesia

Menurut aktivis lingkungan, deforestasi yang marak di kawasan hulu Sungai Yoka, tempat Jayapura berada, turut berkontribusi pada banjir ini. Penebangan liar dan pembukaan lahan telah merusak hutan hujan tropis yang melindungi kota. Saat hujan deras, air tanah dan lumpur dari lahan gundul mengalir ke sungai, sehingga debit air sungai melonjak drastis dan meluap ke kota.

READ  Mengapa Sumber Daya Alam Perlu Dilestarikan dan Dijaga?

Untuk mencegah banjir serupa di masa depan, pemerintah daerah perlu menghentikan deforestasi liar, merehabilitasi lahan kritis dan memperbaiki sistem drainase kota. Masyarakat juga diminta lebih bijak dalam penggunaan plastik dan membuang sampah, agar saluran air tidak tersumbat. Hanya dengan kerja sama dan kesadaran bersama, bencana seperti ini dapat dihindari.

Penyebab Banjir

Banjir yang terjadi baru-baru ini di Kota Jayapura telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dan membuat banyak warga mengungsi. Menurut laporan, penggundulan hutan di daerah sekitar mungkin telah berkontribusi terhadap banjir. Ketika hutan ditebangi, tanah menjadi terbuka dan hujan lebat dapat menghanyutkan tanah ke sungai dan aliran air. Limpasan air juga mengalir lebih cepat di atas permukaan tanpa ada akar pohon yang menyerapnya.

Penggundulan hutan dapat mempengaruhi sejumlah hal yang dapat memicu terjadinya banjir, di antaranya adalah sebagai berikut:

Faktor BanjirDampak Penggundulan Hutan
SedimentasiKondisi tanah yang longsor dan erosi berlebihan dapat menyebabkan hilangnya lapisan tanah penahan air, sehingga aliran air menjadi lebih deras dan banjir dapat terjadi.
Kapasitas sungaiPenggundulan hutan dapat menyebabkan penurunan debit sungai, sehingga air yang mengalir menjadi lebih kecil dan kemampuan sungai dalam menampung air menjadi terbatas. Hal ini dapat memicu terjadinya banjir saat curah hujan yang cukup tinggi.
Perubahan iklimDeforestasi dapat mempercepat perubahan iklim, salah satunya adalah meningkatnya suhu permukaan bumi yang mengakibatkan penguapan air yang lebih cepat. Hal ini dapat memperbesar peluang terjadinya curah hujan yang tinggi dan memicu terjadinya banjir.

Pemerintah Kota Jayapura juga harus memperhatikan pengelolaan hutan dan tanah di daerah sekitar. Penggundulan hutan dan praktik-praktik pertanian yang tidak ramah lingkungan dapat menyebabkan tanah lebih mudah longsor dan meningkatkan risiko banjir. Oleh karena itu, upaya perbaikan harus dilakukan melalui pengaturan dan pengawasan ketat terhadap pengelolaan hutan dan tanah.

READ  Apakah Indonesia Memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Angin?

Seiring dengan pembangunan dan pemulihan kota, warga berharap pemerintah setempat akan mengambil langkah-langkah untuk mencegah banjir di masa depan dan menerapkan praktik-praktik lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Anda telah membaca laporan mengenai banjir di Kota Jayapura yang diduga disebabkan oleh deforestasi yang berlebihan di sekitar kota tersebut. Pemerintah daerah diminta untuk segera mengambil tindakan pencegahan agar bencana serupa tidak terulang di masa depan. Perlu dilakukan reboisasi dan pemantauan ketat terhadap aktivitas pembalakan liar.

Terlebih masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam pengelolaan sampah dan limbah agar tidak menyumbat saluran air. Dengan kerja sama dan partisipasi aktif dari semua pihak, diharapkan Kota Jayapura akan lebih siap menghadapi ancaman banjir di masa yang akan datang.

Semoga artikel ini dapat meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya menjaga kelestarian alam demi kesejahteraan bersama.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button